Jose Mourinho menyesalkan kurangnya ‘insting pembunuh’ MU

Jose Mourinho menyoroti minimnya “insting pembunuh” Manchester United di muka gawang serta rendahnya jumlahnya clean sheet musim ini menjadi perhatian penting. Serikat menarik garis dibawah kekalahan Liga Champions mereka ke Juventus pada pertengahan minggu menjadi gol dari Paul Pogba serta Anthony Martial mengamankan kemenangan 2-1 menantang Everton di Old Trafford. Akan tetapi, itu jauh dari penampilan memberikan keyakinan dari tuan-rumah, yang selalu cuma satu lawan tiada gol musim ini sesudah pemberian Toffees garis hidup saat Gylfi Sigurdsson cetak gol dari titik penalti. Di ujung lainnya lapangan Marcus Rashford dapat dibuktikan sama tidak efektifnya di muka menjadi Romelu Lukaku, yang dibangkucadangkan untuk kunjungan bekas klubnya serta membawa kekeringan United ke sembilan laga sesudah masuk menjadi pemain cadangan.

“Kami bermain OK, kami tidak demikian kuat seperti yang saya kehendaki,” kata manajer Manchester United. “Kami tidak mempunyai insting pembunuh yang saya kehendaki. Beberapa team dengan tiga kesempatan mereka cetak tiga gol serta beberapa team tiada bola bisa meredam serta mengawasi lembaran bersih selama waktu. “Buat kami itu hampir misi tidak mungkin untuk mengawasi clean sheet bahkan juga dengan penjaga gawang fantastis yang kami punya serta cetak gol begitu susah buat kami.” Pogba pecahkan kebuntuan sesudah 27 menit tapi cuma sesudah merubah rebound saat sepakan penalti sukses diselamatkan dengan satu tangan oleh penjaga gawang Everton Jordan Pickford.

Baca Juga : Cruz Azul berlebihan di Liga MX berdasarkan metrik gol yang diharapkan

Kegaduhannya, dimana dia ambil langkah kecil ke depan tiada sempat betul-betul meluncur mengarah bola, menarik masukan di sosial media. Mourinho mengaku Pogba mungkin mesti berfikir mengenai merubah tekniknya tapi memberikan pujian pada pemenang Piala Dunia sebab kesediaannya untuk menghadap ke depan. Mourinho berkata: “Perihal yang saya senang ialah kemauan untuk mengambilnya. “Saya tidak senang Mickey Mouses: ringkih, takut untuk pergi, saya tidak ambil penalti. Saya tidak senang itu, saya senang pemain yang saya ingin mengambilnya. “Paul ingin ambil serta itu buat saya fenomenal. Bila ia merindukan, ia merindukan.

Baca Juga : Neal Ardley, seperti tim AFC Wimbledon-nya

“Dapatkah ia tingkatkan hukumannya? Saya fikir ia dapat, saya fikir penjaga gawang tidak berjalan serta mereka menanti ketetapannya jadi saya fikir ia mungkin mesti belajar dari itu. “Tetapi bagiku yang sangat terpenting ialah waktu selanjutnya kita mendapatkan penalti ia ingin pergi kembali.” Pogba dikasih peluang untuk tempatkan United pimpin sesudah Martial turun dibawah rintangan dari Idrissa Gueye, yang nampaknya mendapatkan dikit sentuhan pada bola sebelum menerobos masuk ke Prancis. Manajer Everton Marco Silva menyesalkan titik api menjadi titik balik dalam permainan serta meyakini timnya tidak wajar untuk pergi dengan tangan kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs Judi Online Terpercaya Di Indonesia © 2018 Frontier Theme